Hi, guest ! welcome to Berita Bone. | About Us | Contact | Register | Sign In

Diberdayakan oleh Blogger.

SELAMAT DATANG DI BRITA BONE

Tampilkan postingan dengan label Sulsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulsel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

SD Athirah Bukit Baruga Gelar Tadabbur Alam di Pesantren Athirah Bone

BERITA BONE.WATAMPONE - Sekolah Dasar (SD) Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar gelar Tadabbur Alam dengan mengangkat tema " Disiplin Mandiri Lakuku, Cinta Lingkungan Sikapku, Sukses Bahagia Hidupku." di Pesantren Athirah Bone, Jl.S.Musi, Kelurahan Panyula, Sabtu (4/5).

Kegiatan yang dilakukan para murid dari Sekolah Dasar (SD) Islam Athirah Bukit baruga Makassar tersebut bertujuan untuk menciptakan kemandirian, pengenalan disiplin lingkungan pesantren, dan memberikan pembelajaran tentang kepedulian lingkungan bagi seluruh peserta.
Hal tersebut dijelaskan, Wakil Kepala sekolah Islam Athirah bagian Kesiswaan, Syamsul Bahri, S.Pdi saat ditemui wartawan.

"Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yang dimulai dari hari jumat sampai dengan hari minggu (3-5 mei) yang diikuti 85 orang siswa dari SD Islam Athirah Bukit baruga Makassar, dan didampingi sepuluh orang pendamping," jelasnya.

Ditempat yang sama ketua panitia Tadabbur alam SD Islam Athirah bukit baruga Makassar, Imelda, S.Pd mengatakan bahwa peserta  akan mengikuti beberapa kegiatan selama dua hari dilokasi pesantren Athirah Bone. Para peserta disibukkan dengan kegiatan penanaman pohon di area belakang gedung sekolah yang merupakan bentuk kepedulian lingkungan, pementasan Seni, Out bond, serta beberapa kegiatan lainnya.

"Beberapa kegiatan yang akan diikuti para peserta ini diharapkan dapat membangun mental dan karakter kemandirian yang dapat meraka terapkan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Suplai Air Bersih Terganggu

SIDRAP, BERITA BONE -- Suplai air bersih dari PDAM ke pelanggan terganggu sejak dua bulan terakhir ini. Selain tersendat-sendat, air yang sampai ke rumah pelanggan juga keruh.

Sejumlah pelanggan sudah mengadukan masalah ini. Seperti Umar, 40, warga Pangkajene ini mengaku gangguan suplai air bersih ini berdampak pada aktivitas keluarganya setiap hari. "Ini sudah dua bulan tapi belum ada perkembangan," keluh Umar.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur PDAM Sidrap, M Slamet mengakui adanya masalah dalam suplai air. Itu terjadi akibat adanya pipa induk milik PDAM yang bocor.  "Sepanjang Amparita hingga Massepe saat ini bocor," ujar Slamet, Senin 22 April.

Kebocoran pipa induk itu memang sangat berdampak pada kelancaran suplai air. Sebab air yang seharusnya berada dalam pipa menuju rumah-rumah pelanggan justru keluar di titik-titik kebocoran. Dampaknya, air yang sampai ke rumah pelanggan pun menjadi berkurang. "Ini yang sementara kita lacak di mana saja kebocoran-kebocoran itu untuk selanjutnya dibenahi," katanya fajar

Warga Maros Akan Nikmati Air Lekopancing

ilustrasi
MAROS, BERITA BONE -- Dalam waktu dekat masyarakat Kabupaten Maros akan menikmati pemanfaatan air bendungan Lekopancing di Kecamatan Tanralili setelah selama ini dinikmati masyarakat Kota Makassar. Itu diungkapkan oleh Bupati Maros, HM Hatta Rahman, Minggu 5 Mei kemarin.

Dia mengatakan pemerintah pusat telah menyetujui pengalihan air bendungan Lekopancing untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Maros dan masyarakat Maros. Sehingga dengan pemanfaatan bendungan Lekopancing, kata dia, cadangan air bersih Maros sudah cukup.

"Dari Lekopancing bisa menutupi kebutuhan air di Maros dan untuk pertanian masyarakat Tanralili dan sekitarnya tapi memang proses pengalihan bendungan Lekopancing ini memakan waktu antara satu sampai dua tahun," jelas Hatta.

Lamanya proses pengalihan ini, kata dia, karena PDAM kota Makassar diberi kesempatan untuk mengambil air dari bendungan Bilibili.

"Kalau Makassar telah siap Maros baru bisa memanfaatkan secara penuh bendungan Lekopancing untuk kebutuhan masyarakat Maros," katanya.

Terkait ganti rugi dari Pemkab Maros ke Pemkot Makassar, dia mengatakan  tidak ada ganti rugi karena itu milik pemerintah pusat. Apalagi selama ini, Pendapatan Asli Daerah dari bendungan Lekopancing hanya Rp12 juta per tahun dan pemanfaatan Lekopancing oleh PDAM Makassar telah berlangsung sejak.

"Dari Lekopancing bisa menutupi kebutuhan air di Maros dan untuk pertanian masyarakat Tanralili dan sekitarnya tapi memang proses pengalihan bendungan Lekopancing ini memakan waktu antara satu sampai dua tahun," jelas Hatta.

Terpisah, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Maros, Abdul Baddar mengatakan dalam waktu dekat empat daerah mamminasata seperti Makassar, Maros, Gowa dan Takalar akan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)Pengelolaan Air Baku Mamminasata.

Dia mengatakan dengan ditandatanganinya MoU tersebut praktis pemanfaatan Bendungan Lekopancing yang berada di Kecamatan Tanralili bisa dinikmati oleh Masyarakat Kabupaten Maros fajar

Kamis, 02 Mei 2013

David Haye Jalani Latihan Terberat